Rabu, 07 Januari 2015

Setiap Pramuka Adalah Kantor Berita

Setiap anggota Pramuka adalah kantor berita. Tagline ini diusung Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka sebagai upaya menyukseskan revitalisasi gerakan pramuka. Revitalisasi itu sendiri adalah pemberdayaan Gerakan Pramuka yang sudah ada yang dilakukan secara sistematis, terencana serta berkelanjutan guna memperkokoh eksistensi organisasi dan lebih meningkatkan peran, fungsi serta pelaksanaan tugas pokok Gerakan Pramuka.

Berbagai upaya telah dilakukan Kwarnas hingga jajarannya ditingkat bawah guna merealisasikan semangat yang ada dalam tagline tersebut. Seperti misalnya pelatihan jurnalistik dan media sosial yang diadakan di Cibubur Jakarta pada akhir November 2014 lalu. Pada pelatihan tersebut seluruh peserta diminta melakukan 3 (tiga) hal dan wajib disosialisasikan kepada anggota Pramuka lainnya. Tiga hal tersebut adalah membumikan Pramuka, mempromosikan Indonesia, dan membela Indonesia.

Kwarcab Sinjai, Sulsel, memanfaatkan media sosial untuk bertukar informasi

Untuk membumikan Pramuka maka setiap anggota Pramuka dituntut menyebarluaskan berita atau informasi yang positif terkait kegiatan kepramukaan. Dengan begitu, masyarakat akan semakin paham dan tahu peran serta fungsi Gerakan Pramuka. Juga yang tidak kalah pentingnya menjadi tugas anggota Pramuka adalah mencitrakan hal-hal yang positif tentang negara kita serta turut aktif pada setiap kegiatan pembangunan.

Memang bukan tugas yang mudah. Namun sebagai anggota Pramuka yang telah digembleng sejak tingkat Siaga atau Penggalang, maka tantangan itu akan mudah dilewati. Hanya saja memang, untuk bisa melaluinya, anggota Pramuka mesti meningkatkan kapasitas diri. Terutama kapasitas yang relevan dengan perkembangan zaman seperti pemanfataan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Membumikan dan mengukuhkan eksistensi Gerakan Pramuka tidak akan maksimal manakala anggota Pramuka tidak menguasai TIK. Bagaimana bisa mempromosikan dan mencitrakan Pramuka melalui website dan media sosial misalnya apabila tidak tahu menggunakannya. Itu hanya salahsatu contoh. Olehnya itu, untuk menjadi kantor berita, menjadi tugas setiap anggota Pramuka melatih dan meningkatkan kualitas serta kapasitas dirinya.

Selasa, 06 Januari 2015

"Mengawal" Batu Mulia di Sinjai

Saat memberikan laporan panitia pada pembukaan pameran batu mulia,
Sinjai, 28 Desember 2014

Pembukaan pameran dihadiri Bupati Sinjai, H. Sabirin Yahya

Bongkahan batu disalah satu lapak peserta

Fosil jati (menurut pemiliknya). Asal daerah: kecamatan Sinjai Selatan

Selasa, 16 Desember 2014

Sainuddin dan Sahabatnya Yang Menteri Kelautan

Nama Sainuddin sangat akrab bagi warga di desa Tongke-Tongke, kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Selain lahir dan besar di kawasan pesisir pantai Tongke-Tongke, Sainuddin adalah tokoh inspiratif warga setempat melalui upayanya melestarikan hutan Mangrove. Pria kelahiran Tongke-Tongke, 7 Mei 1967 ini adalah aktivis dikelompok pelestarian sumber daya alam Aku Cinta Indonesia (ACI), yang sekretariatnya berada dikawasan hutan Mangrove Tongke-Tongke Sinjai.
Menteri Kelautan da Perikanan, Susi Pudjiastuti Saat Berkunjung di Sinjai

Sainuddin (baju batik) berjalan dibelakang ibu Menteri

Saat aktif dalam pelestarian hutan Mangrove serta budidaya kepiting Mangrove inilah, Sainuddin berkenalan dengan Susi Pudjiastuti, yang saat ini menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan RI. Saat itu Menteri Susi masih berprofesi sebagai pengusaha disektor perikanan. Awal perkenalan mereka terjadi sekitar tahun 2004 silam. Jalinan pertemanan ini berlanjut hingga tahun 2014 meski lebih banyak melalui sambungan telepon saja.

Kini dua sahabat yang telah lama saling “merindukan” ini kembali dipertemukan pada Selasa (16/12/2014). Tentu saja di desa Tongke-Tongke Kabupaten Sinjai, kampung Sainuddin. Menteri Susi memenuhi janjinya menemui sahabatnya ini, seperti yang disampaikannya kepada Sainuddin tahun 2006 silam.

Namun pertemuan ini dalam nuansa berbeda. Susi Pudjiastuti datang bukan lagi dalam kapasitas sebagai pengusaha ikan. Dia kini adalah pejabat negara: Menteri Kelautan dan Perikanan. Menteri berambut pirang ini datang dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Berbeda dulu, hanya datang bertemu Sainuddin ditemani staf dan rekan bisnisnya yang lain. Meski demikian, Sainuddin tetap bangga bukan main. Dikunjungi sahabat sekaligus pejabat negara.

Bila tidak ada sosok Sainuddin, mungkin warga Sinjai tidak akan menyaksikan seorang pejabat negara sekelas Menteri berkunjung di daerah berjuluk “Bumi Panrita Kitta” ini. Mungkin juga melalui kedekatan Sainuddin dengan Menteri Susi, Sinjai mendapatkan perhatian yang lebih, terutama pada pembangunan dan pengembangan di sektor kelautan dan perikanan. Semoga.